Bagaimana BINUS University Menggunakan AI untuk Memverifikasi 7,500 Calon Mahasiswa dan Mencegah Kecurangan Ujian
BINUS University di Indonesia menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat dan memperkuat verifikasi identitas calon mahasiswa, dengan mendukung verifikasi lebih dari 7,500 pelamar di seluruh kampusnya. Sistem ini menggabungkan pengenalan wajah berbasis AI dengan deteksi liveness dan perbandingan wajah, serta berjalan di Microsoft Azure.
- BINUS telah memverifikasi lebih dari 7,500 calon mahasiswa menggunakan pengenalan wajah berbasis AI dengan deteksi liveness di Microsoft Azure
- Waktu verifikasi turun dari sekitar 10 menit menjadi di bawah 3 detik, sebuah peningkatan efisiensi hingga 95%
- Sistem ini menangani hingga 750 transaksi per detik dan mencakup mekanisme fallback serta override manual
- BINUS memperkirakan penghematan biaya operasional sekitar Rp195 juta (sekitar US$12,000) per tahun
Mengapa BINUS beralih ke verifikasi AI?
Sebelumnya, verifikasi identitas dilakukan secara manual. Setiap identitas membutuhkan sekitar 8 hingga 10 menit untuk diperiksa, dan dengan 30 hingga 40 peserta, staf bisa menghabiskan hampir satu hari kerja penuh hanya untuk proses tersebut. Alur kerja manual juga menyisakan ruang bagi kecurangan ujian atau peniruan identitas, yang dikenal secara lokal sebagai joki ujian.
Bagaimana cara kerja verifikasi AI?
BINUS menerapkan pengenalan wajah berbasis AI yang dilengkapi deteksi liveness dan perbandingan wajah. Foto yang diambil langsung dari perangkat peserta dibandingkan secara real-time dengan data referensi, untuk memastikan bahwa orang yang mengikuti ujian adalah pelamar yang terdaftar.
Sistem ini berjalan di Microsoft Azure dan mampu menangani hingga 750 transaksi per detik. Sistem dirancang agar mudah terintegrasi dengan sistem yang sudah ada, serta mencakup mekanisme fallback, override manual, dan pemantauan real-time untuk menjaga keandalan operasional.
Hasil apa yang dilaporkan BINUS?
Menurut universitas, verifikasi yang sebelumnya memakan waktu sekitar 10 menit kini dapat diselesaikan dalam waktu di bawah 3 detik, mewakili peningkatan efisiensi hingga 95% dibandingkan metode manual. Kebutuhan intervensi manual turun lebih dari 90%, sementara tingkat keberhasilan verifikasi pada percobaan pertama melampaui 90%.
Dari sisi operasional, BINUS memperkirakan otomatisasi menghemat sekitar Rp195 juta, atau sekitar US$12,000, per tahun.
AI di luar penerimaan mahasiswa
Pemeriksaan identitas merupakan bagian dari konsep yang lebih luas yang disebut BINUS Student Journey AI, yang dibangun di Microsoft Azure dan diterapkan pada empat momen penting pendidikan mahasiswa: pendaftaran, pembelajaran, pencarian dukungan literasi, dan persiapan karier.
Dalam pembelajaran, alat AI Forum Summary, yang didukung Azure OpenAI, membantu dosen meringkas diskusi daring yang panjang menjadi poin-poin penting. Dalam uji coba, meringkas satu diskusi forum turun dari 60 hingga 120 menit menjadi sekitar satu menit, lebih cepat 95%, sehingga menghemat lebih dari 30 jam per kelas dalam satu semester. Selama uji coba, sistem menghasilkan 652 ringkasan dan 615 di antaranya dipublikasikan, dengan tingkat penerimaan dosen sebesar 94.33%.
Untuk perpustakaan digital, BINUS menggunakan Azure AI, Azure Machine Learning, dan basis data vektor untuk merekomendasikan koleksi berdasarkan konteks akademik setiap mahasiswa, termasuk jurusan, mata kuliah, dan riwayat membaca. Sistem ini dirancang untuk melayani lebih dari 2,000 pengguna secara bersamaan, dengan target peningkatan trafik 8 hingga 12% dan peningkatan akses 12 hingga 18% ke koleksi digital.
Pada tahap karier, AI-Driven Career Growth Recommendations, yang didukung oleh GPT-4o-mini dari Azure OpenAI dan terintegrasi dengan platform BINUSMAYA, menyusun ringkasan profil, analisis kesenjangan karier, rekomendasi sertifikasi, dan rencana pengembangan. BINUS memperkirakan nilai kapasitas staf yang dihemat sekitar Rp144 juta per tahun sebagai target penghindaran biaya.
Stephen Wahyudi Santoso, Presiden BINUS Higher Education, mengatakan bahwa penggunaan AI tidak dimaksudkan hanya sebagai fitur teknologi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendampingi mahasiswa sejak pendaftaran hingga persiapan karier. Melalui kolaborasi dengan Microsoft, kata dia, BINUS bertujuan menghadirkan pengalaman yang lebih cepat, relevan, dan personal, sembari tetap menempatkan keputusan penting di tangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
FAQ
Di mana verifikasi AI digunakan?
Verifikasi ini mendukung pemeriksaan identitas lebih dari 7,500 calon mahasiswa di kampus-kampus BINUS di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Malang, dan Medan.
Apa yang terjadi jika sistem AI gagal?
Sistem ini mencakup mekanisme fallback, override manual, dan pemantauan real-time untuk menjaga keandalan operasional, menurut BINUS.
Apakah AI digunakan di luar penerimaan mahasiswa?
Ya. BINUS juga menerapkan AI untuk ringkasan diskusi forum, rekomendasi perpustakaan digital, dan bimbingan karier sebagai bagian dari konsep Student Journey AI.
Kapan pengumuman tersebut dibuat?
BINUS merilis pernyataan tersebut pada 14 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan oleh media bisnis Indonesia Katadata.
Sumber: Katadata

