Indosat dan UiPath Latih Lebih dari 50,000 Talenta Indonesia dalam AI dan Otomasi
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan UiPath telah menjangkau lebih dari 50,000 peserta dalam program bersama Enablement AI and Automation dalam enam bulan, mencapai setengah dari target 100,000 talenta digital Indonesia. Program ini dirancang untuk memperkenalkan penggunaan praktis AI dan otomasi, termasuk bagaimana teknologi ini dapat menangani pekerjaan yang berulang.
- Program pelatihan AI dan otomasi Indosat Ooredoo Hutchison dan UiPath telah melampaui 50,000 peserta dalam enam bulan
- 75.6% peserta webinar berusia 21 hingga 30 tahun, dan mahasiswa mencakup 74.6% dari total peserta
- Program ini menargetkan 100,000 talenta Indonesia, dengan pembelajaran disampaikan melalui webinar, LMS, dan hackathon
Keterampilan AI melampaui tenaga kerja teknologi
Tonggak ini menunjukkan bahwa keterampilan AI dan otomasi semakin diminati di luar kalangan pekerja teknologi. Amit Khandelwal, Wakil Presiden Regional dan Managing Director untuk Asia Tenggara di UiPath, mengatakan tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya kesadaran talenta Indonesia akan pentingnya keterampilan digital.
“Talenta Indonesia semakin mencari peluang untuk mengembangkan keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas, mendorong efisiensi, dan memastikan mereka tetap relevan di masa depan dunia kerja,” kata Khandelwal dalam pernyataan tertulis pada 10 Agustus.
Otomasi sebagai fondasi bagi perubahan dunia kerja
Honesti Basyir, Direktur dan Chief Strategy and Execution Officer di Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan otomasi akan menjadi fondasi penting seiring AI mengubah bentuk dunia kerja.
“Di tengah pesatnya perkembangan AI dan agentic automation, keterampilan ini menjadi fondasi penting untuk memahami bagaimana manusia dan teknologi dapat bekerja berdampingan untuk menyederhanakan proses, meningkatkan produktivitas, dan menjawab tantangan yang semakin kompleks,” kata Basyir.
Peserta muda mendominasi
Program ini mendapat respons kuat dari kelompok usia muda. Sekitar 75.6% peserta webinar berusia 21 hingga 30 tahun, disusul 21.8% berusia 15 hingga 20 tahun. Berdasarkan latar belakang, mahasiswa mendominasi dengan 74.6%, disusul pelajar sekolah 16.4%, lulusan baru 5.2%, serta karyawan atau profesional 3.5%.
Menurut Indosat, pola partisipasi ini menunjukkan keterampilan AI dan otomasi semakin dipandang sebagai persiapan memasuki dunia kerja, bukan sekadar nilai tambah opsional.
Belajar tanpa harus memulai dari koding kompleks
Program ini menekankan bahwa belajar otomasi tidak harus dimulai dari koding yang kompleks. Peserta diperkenalkan pada identifikasi pekerjaan berulang yang dapat diotomatisasi, konsep dasar AI dan otomasi, agentic AI, serta peran citizen developers. Mereka juga mendapat pengenalan UiPath Studio Web untuk membangun dan menguji robot otomasi.
Pembelajaran disampaikan melalui webinar dan Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS). Peserta kemudian dapat menerapkan pengetahuan mereka melalui hackathon untuk mengembangkan ide dan solusi berbasis AI dan otomasi. Dengan lebih dari 50,000 peserta yang telah terjangkau, Indosat dan UiPath terus menargetkan 100,000 talenta Indonesia, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas keterampilan digital agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga dapat menerapkannya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
Sumber: DetikINET
Gambar sampul dibuat oleh AI untuk tujuan ilustrasi saja.

