Saturday, September 12, 2026
News

Telkom Tuntaskan Pemisahan InfraNexia Senilai Rp49.9 trillion, Menciptakan Operator Serat Optik 112,000 km

PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), perusahaan pengelola infrastruktur milik Telkom Indonesia, telah menyelesaikan tahap kedua pemisahan InfraCo dalam transaksi senilai Rp49.9 trillion. Jika digabungkan dengan tahap pertama yang berlaku sejak Januari 2026, total pengalihan aset dan bisnis mencapai Rp85.7 trillion.

Poin Penting

  • Telkom menyelesaikan tahap kedua pemisahan InfraNexia senilai Rp49.9 trillion, sehingga total pengalihan mencapai Rp85.7 trillion
  • InfraNexia akan mengelola lebih dari 90% infrastruktur jaringan eks Telkom, termasuk sekitar 112,000 km kabel serat optik
  • Pemisahan ini merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM 30 Telkom, dengan Telkom tetap memegang kepemilikan lebih dari 99%

Penyedia konektivitas grosir mulai terbentuk

Setelah pengalihan selesai, InfraNexia akan menguasai lebih dari 90% dari total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki Telkom. Aset-aset ini mencakup jaringan akses pelanggan, backbone inti, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, InfraNexia akan mengelola sekitar 112,000 kilometer jaringan serat optik, termasuk 26,000 kilometer sistem kabel laut domestik (SKKL) yang membentang di Indonesia. Panjang tersebut hampir tiga kali keliling Bumi.

Memperkuat ekosistem infrastruktur digital

Dengan aset-aset tersebut, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia konektivitas grosir yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan bahwa tuntasnya tahap kedua merupakan tonggak penting dalam mempercepat transformasi TelkomGroup, dan sejalan dengan inisiatif Danantara Asset Management untuk mengonsolidasikan aset badan usaha milik negara.

“Pemisahan InfraCo Tahap 2 merupakan langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, dan membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional,” ujarnya dalam pernyataan tertulis pada 10 Agustus.

TLKM 30 dan membuka nilai aset

TelkomGroup juga mempercepat strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value, melalui monetisasi yang lebih cepat atas aset infrastruktur bernilai tinggi seperti pusat data, menara, dan jaringan serat optik. Direktur Pengembangan Bisnis Strategis dan Portofolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan bahwa pemisahan ini mengimplementasikan strategi portofolio grup untuk membangun bisnis infrastruktur digital dengan proposisi nilai yang lebih kuat.

“Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup,” katanya.

Meskipun Telkom tetap memegang kepemilikan mayoritas lebih dari 99%, InfraNexia akan terus beroperasi secara profesional dalam melayani seluruh pelanggan. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan konektivitas yang lebih andal dan berkualitas tinggi, sekaligus mendukung upaya TelkomGroup untuk memperluas penetrasi broadband tetap dan mempercepat pemerataan konektivitas digital di seluruh Indonesia.

Sumber: DetikINET

Gambar sampul dibuat oleh AI untuk tujuan ilustrasi saja.